News

Seminar WASKI di Ketapang (Kalimantan Barat) dan Makassar (Sulawesi Selatan)

Untuk ketiga kalinya Departemen WASKI mengadakan kunjungan ke daerah dan mengadakan acara seminar. Dengan semangat serta kerinduan bertemu saudara-saudara di Ketapang, kami berangkat pada Jumat, 23 Agustus 2019 menuju Pontianak untuk transit sebelum melanjutkan perjalananan ke Ketapang. Tim yang berangkat dalam tugas ini adalah: Ibu Suharni, Ibu Vivi dan Ibu Elisabeth.

Kabupaten Ketapang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini berada di kota Ketapang, sebuah kota yang terletak di tepi Sungai Pawan. Setibanya di Bandar Udara Rahadi Usman, Ketapang, Pak Agus, jemaat GSKI Bersama Martio Yosua, mahasiswa dari Jakarta yang sedang praktik pelayanan di GSKI Ketapang, sudah siap menyambut kami dengan senyum yang ramah.
Seminar di Ketapang kami adakan pada Sabtu tanggal 24 Agustus 2019 di Hotel Aston, Ketapang. Tema seminar sama dengan tema yang kami adakan di Lampung dan Medan, “MENGUKIR SEJARAH DALAM RENCANA ALLAH” dengan pembicara Pdt. Suharni Liberty dan Pdt. Rut Elisabeth. Seminar ini disampaikan dalam 3 sesi dengan sub tema:
Rencana Allah Dalam Keselamatan
Perjuangan Membangun Manusia Allah
Perjuangan Segenap Hidup
Pada Minggu, 25 September 2019 kami beribadah bersama dengan jemaat GSKI Ketapang. Pelayanan Firman disampaikan oleh Pdt. Suharni Liberty dengan tema: “Teduh di Tengah Badai”.

Pesan, kesan dan harapan yang diwakili yang oleh beberapa peserta: Saya pribadi ingin memberi tanggapan tentang hal yang dibahas saat seminar, bahwa minimnya pendidikan rohani kepada setiap anak di usia dini, minimnya kebenaran yang diukirkan di dalam hati mereka, menjadi pemicu utama terjadinya tindakan kriminal di antara anak-anak yang masih di bawah umur. Kiranya hal ini menjadi perhatian yang direspon secara benar bagi setiap orangtua dan juga bagi para guru sekolah minggu di gereja. Benar sekali yang disampaikan pembicara supaya para guru sekolah minggu semestinya memiliki keseriusan yang tinggi dalam mengajar anak-anak yang dipercayakan Tuhan. Karena dasar yang kuat bagi anak selain dari pengajaran orangtua di rumah, adalah apa yang diajarkan oleh guru-gurunya, itulah yang terukir di hati mereka. Seharusnya setiap gereja memperhatikan ini.
(Ibu Pdt. Lince Matthew – GPSDI Hidup Baru, Ketapang).

Shalom, melalui seminar “MENGUKIR SEJARAH DALAM RENCANA ALLAH”, saya diingatkan kembali betapa pentingnya peranan saya sebagai hamba Tuhan dalam rencana-Nya, bukan hanya bagi saya secara pribadi, tetapi juga bagi generasi bangsa ini.
(Ibu Pdt. Yanti Tarigan, GPI Filadelfia, Sungai Melayu Rayak – Ketapang)

Saya sangat diberkati karena bahan seminarnya sangat bermanfaat bagi generasi muda dalam kerohanian mereka, terlebih lagi bagi guru-guru sekolah minggu yang menjadi saluran berkat Tuhan sebagai penggores kerohanian yang benar bagi anak-anak supaya karakter Tuhan Yesus tertanam dalam hidup mereka. Pesan saya, kiranya seminar ini dapat dilaksanakan di daerah-daerah lain juga supaya banyak yang diberkati dan mengetahui bahwa pembentukan karakter anak itu harus dimulai dari usia dini.
(Ibu Vinsensia Halawa, GPSDI Hidup Baru – Ketapang)

Shalom, materi seminar “MENGUKIR SEJARAH DALAM RENCANA ALLAH”, mengingatkan betapa saya sebagai orang tua berperan penting dalam kehidupan anak. Bagaimana cara saya mendidik anak sejak kecil itulah yang akan menggores di hati anak, berimbas kepada karakter anak. Mencukupi kebutuhan anak secara jasmani saja tidak cukup, namun harus memperhatikan juga kebutuhan rohani agar anak juga mengerti tentang keselamatan yang Allah berikan.
(Devianti, GSKI Rehobot Ketapang)

Seminar yang sangat luar biasa yang memberi kita pengertian dan pengajaran yang luar biasa. Kita diberi pengertian agar selalu berjuang untuk kembali kepada rancangan ALLAH yang semula, sehingga dengan pengertian yang benar, kita dapat mengukir keselamatan yang sejati dalam diri kita. Kita harus berjuang melalui komitmen yang kuat, terutama para orang tua dan guru-guru di sekolah, guru sekolah minggu, seharusnya kita memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan sesama. Kita juga harus memiliki komitmen yang kuat dalam mengikuti ajaran Kristus, sesulit apapun yang kita hadapi, kita pasti mampu, karena Tuhan yang memberi kekuatan.
(Yopianah-GSKI REHOBOT KETAPANG)

Bagi kami sebagai hamba Tuhan, seminar ini sangat memberkati. Contoh-contoh dalam materi yang disampaikan oleh Pdt. Suharni Liberty dan juga Pdt. Ruth Elisabeth memang merupakan hal yang sedang marak terjadi dan patut diwaspadai, supaya generasi Kristen ke depan adalah generasi yang takut akan Tuhan.

Jadilah seperti para wanita berikut ini yang mengukir sejarah dalam karya keselamatan Allah

Kami berharap di waktu yang akan datang, pembicara dapat kembali memberikan materi-materi yang lebih banyak lagi, karena menurut saya seminar yang lalu belum cukup karena durasi waktunya kurang. Kami percaya semua peserta seminar sangat diberkati melalui pemaparan dalam seminar kemarin. Kami menunggu seminar yang akan datang dengan materi yang lebih luas dan durasi waktu yang lebih lama.
(Pdt. Ricky Silitonga, S.Th. – GPDI Kendawangan, Ketapang)

Materi seminar memberkati kami. Pesan kami kiranya di seminar yang akan datang perlu ditambah sesi untuk sharing dan tanya jawab. Kami berharap ke depan para pembicara bisa datang kembali untuk memberkati kami.
(Pdt. Ramos, GMII Anthiokhia – Ketapang)

Setelah seminar dari Ketapang, pada Jumat, 6 September 2019, tim dari Departemen WASKI, Ibu Suharni bersama ibu Gloria Atmaja berangkat menuju Makassar. Ibu Elisabeth ditemani bapak Gabriel menyusul pada Jumat, 6 September 2019.

Kota Makassar adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di Kawasan Indonesia Timur. Sejak tahun 1971 sampai tahun 1999, kota Makassar secara resmi dikenal dengan nama “Ujung Pandang”. Makassar terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi dan berbatasan dengan selat Makassar di sebelah Barat, di sebelah Utara berbatasan dengan kabupaten Kepulauan Pangkajene, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros dan di sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Gowa.
Dengan semangat berbagi Kebenaran Firman Tuhan yang murni, kami hadir di Makassar dalam seminar yang diadakan pada Sabtu, 7 September 2019, mulai pukul 10.00–14.30.

Seminar masih dalam tema “MENGUKIR SEJARAH DALAM RENCANA ALLAH” dengan pembicara Pdt. Suharni Liberty (sesi 1), Gloria Atmaja (sesi 2) dan Pdt. Rut Elisabeth dalam sesi 3, dengan sub tema :
Rencana Allah Dalam Keselamatan
Perjuangan Membangun Manusia Allah
Perjuangan Segenap Hidup

Pada Minggu, 8 September 2019, Pdt. Rut Elisabeth melayani pemberitaan Firman Tuhan di GSKI House of Worship dengan tema “MENYONGSONG KEKEKALAN”. Ibu Gloria Atmaja melayani di GSKI Mahanaim dengan tema “ARTI BERKAT BERKELIMPAHAN”.

Pesan, kesan dan harapan yang diwakili beberapa peserta :
“Saya sangat diberkati melalui seminar WASKI karena pikiran saya semakin dibukakan dan saya semakin dikuatkan untuk berani berjuang setiap hari meneladani karakter Kristus, sehingga saya bisa mengukir rencana Allah yang semula dalam diri saya. Sebagai seorang ibu saya diingatkan untuk dapat mengukir keselamatan dalam diri anak-anak saya dan keluarga saya, agar rencana Allah menjadi sempurna dalam keluarga saya dan orang-orang di sekitar saya. Terima kasih banyak untuk setiap pembicara yang sudah memberkati saya dengan materi seminar yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati.
(Sari Makasar, GSKI House of Worship – Makassar)

Berikut ini adalah ringkasan dari materi seminar.
Hidup adalah peperangan untuk menentukan nasib kekal kita. Kita yang harus memilih mau dibawa Tuhan ke langit baru bumi baru atau mau diseret Iblis ke api kekal. Kita ada dalam kancah peperangan yang dahsyat. Iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Iblis menggerakkan segenap kekuatannya untuk menyeret sebanyak mungkin orang percaya untuk masuk ke dalam kegelapan abadi. Sejak kejatuhan Adam dan Hawa, karakter manusia menjadi rusak, manusia menjadi tuan atas dirinya sendiri, seperti karakter manusia yang hidup di zaman Nuh dan seperti manusia di zaman Lot. Inilah keinginan Iblis, supaya manusia tidak kembali kepada rancangan Allah semula.

Kita ada di zaman yang sangat jahat, kejahatan di segala bidang, (2 Tim. 3:1-5, Why. 22:11). Menyaksikan fenomena yang terjadi, pilihan ada di tangan kita, apakah kita hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah atau pengukir sejarah dalam rencana Allah? Pasti ada sesuatu yang Tuhan percayakan kepada wadah WASKI. Kiranya kita kembali diingatkan akan kebenaran Firman Tuhan dalam Efesus 6 supaya kita membangun kekuatan kita di dalam Tuhan, siap siaga mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, hidup dalam doa dan Firman Tuhan. Jangan anggap remeh gerakan Iblis, I Petrus 5:8. Wanita diberi anugerah oleh Tuhan sebagai penolong dalam rumah tangga. Wanita yang bijak, wanita yang membangun kekuatannya di dalam Tuhan, diberi potensi oleh Tuhan untuk menopang keluarga, Amsal 14:1.
Sebagaimana Tuhan bertanya kepada Nabi Yesaya di tengah dosa umat Tuhan di zamannya : “SIAPAKAH YANG AKAN KUUTUS, DAN SIAPAKAH YANG MAU PERGI UNTUK AKU? “, (Yes. 6:8). Demikian juga di zaman ini, Tuhan bertanya kepada kita dengan pertanyaan yang sama. Bersama kita mengukir sejarah dalam rencana Allah dengan merespons panggilan Tuhan sebagaimana Nabi Yesaya merespons panggilan Tuhan : “Ini aku, utuslah aku!”.
Iblis bekerja secara luar biasa untuk menyeret sebanyak mungkin manusia menuju kebinasaan kekal, termasuk generasi muda. Iblis tidak ingin kita kembali kepada rancangan Allah semula. Di dalam Lukas 19:41-44 kita dapat merasakan betapa pilu hati Tuhan Yesus ketika Ia menangisi kota Yerusalem karena mereka tidak menghargai saat Allah melawat mereka. Apakah hati kita juga seperti hati Tuhan Yesus yang menangisi kondisi generasi kita, bagaimana hati kita menyaksikan anak-anak kita sedang diseret Iblis menuju kegelapan abadi? Fenomena yang sudah terjadi pada generasi muda kita, sebagian besar karena kesalahan kita. Orang tua yang mengabaikan pendidikan rohani anak sejak dini, para gembala dan para pembina yang tidak serius membangun gereja anak, remaja dan pemuda, serta sulitnya mendapatkan sekolah-sekolah Kristen dan guru-guru agama Kristen yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan jiwa anak-anak.

Orang tua berupaya maksimal untuk menyekolahkan anak-anak di sekolah yang terbaik menurut kemampuan mereka, bahkan sering orang tua berupaya melebihi kemampuan ekonomi mereka demi mendapatkan sekolah yang baik untuk anak-anak mereka. Sementara tanpa disadari orang tua mengabaikan pendidikan rohani anak-anak mereka. Apa gunanya anak-anak kita dapat meraih semua fasilitas dunia ini tapi jiwa mereka akhirnya dituai Iblis masuk ke dalam api kekal?
Kiranya kita disadarkan bahwa pendidikan rohani anak sangatlah penting, II Timotius 3:15 “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus”. Sejak kecil seharusnya anak-anak sudah harus mengenal kitab suci agar mereka dapat dituntun dengan kebenaran kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus. Betapa kita sudah melakukan banyak kelalaian dalam hal ini.
Peran orang tua sangatlah penting guna membentuk hati anak untuk mencintai Tuhan dan Firman-Nya. Peran gereja juga tidak kalah penting mengingat gereja merupakan tempat anak-anak juga mendapatkan kebenaran dan komunitas yang membawa mereka semakin melekat kepada Tuhan dan Kebenaran-Nya.
Anak-anak, remaja dan pemuda berhak diajar untuk bersiap menyongsong kekekalan. Banyak sekali anak yang kita pikir sehat, masih kecil, masih muda tetapi banyak kejadian yang tidak diduga dapat merenggut nyawa mereka. Banyak anak-anak usia dini tanpa diduga harus menyongsong kekekalan karena penyakit, musibah serta kecelakaan. Kiranya hal ini menyadarkan kita untuk mempersiapkan anak-anak sedini mungkin bersiap menyongsong kekekalan.
Kita rindu generasi muda kita memiliki MOTTO anak KERAJAAN SORGA:
TUHAN YESUS HARTA YANG PALING BERHARGA DALAM HIDUPKU
ALKITAB MAKANAN ROHANIKU SETIAP HARI
DI MANA TUHAN YESUS BERADA, AKU INGIN ADA DI SANA, DI LANGIT BARU & BUMI YANG BARU
UNTUK MEMBUKTIKAN KASIHKU KEPADA TUHAN YESUS, AKU BELAJAR MENJADI ANAK YANG BERTANGGUNG-JAWAB DALAM HIDUPKU
AKU INGIN KARAKTERKU SEPERTI TUHAN YESUS

Perkembangan teknologi media di satu sisi sangat mendukung manusia dalam berbagai aspek kehidupan, namun di sisi lain membawa pengaruh yang sangat mengerikan bagi kehidupan anak-anak. Demikian juga pergaulan yang buruk sangat berdampak merusak kehidupan anak-anak.
Menyadari hal ini, peran aktif orang tua, gereja dan sekolah harus dibangun dengan kokoh. Kita harus mengakui dengan berani dan jujur bahwa selama ini banyak orang tua, gereja dan sekolah tidak memiliki hasrat dan perjuangan yang kuat untuk membangun generasi anak-anak yang tangguh dalam iman. Hari ini kita menyaksikan betapa banyak anak-anak yang terhilang. Apakah kita hanya mau berdiam diri menyaksikan satu demi satu anak-anak terhilang atau kita bersedia bangkit bergandengan tangan menjadi alat di tangan Tuhan membangun keluarga Kerajaan Allah? Pilihan ada di tanganku dan tanganmu!

Jadilah seperti para wanita berikut ini yang mengukir sejarah dalam karya keselamatan Allah: Debora, menjadi ibu bagi Israel, (Hak. 4–5). Ester, menjadi alat di tangan Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Yahudi dari niat jahat Haman, (Est. 2–9). Maria, menjadi ibunda bagi Sang Mesias dengan segala resiko pertaruhan nyawa, (Luk. 1–2). REG