Pada tanggal 30 April 2019 GSKI se-Kalimantan Selatan mengadakan Ibadah Paskah bersama yang diadakan di Hotel Queen City Banjarmasin. Ibadah Paskah bersama ini mengambil tema “Mengalami Kuasa Kebangkitan-Nya” dan sebagai pembicaranya adalah Pdt. Timotius Tan, M. Th. Ibadah ini dihadiri oleh tiga gereja lokal GSKI dan gereja lokal yang berkerinduan untuk bergabung dengan GSKI. Jumlah jemaat yang hadir pada ibadah tersebut sekitar 200-an orang.

Ibadah perayaan Paskah Bersama GSKI se-Kalimantan Selatan ini baru pertama kali diadakan, sesuai dengan keberadaan sinode GSKI yang masih baru dan bahkan belum genap satu tahun usianya. Perayaan Paskah Bersama ini merupakan inisiatif para Gembala GSKI yang ada di Kalimantan Selatan: Pdt. Hendry P. Wahyudi (GSKI Rehobot Banjarmasin), Pdt. Ir. Hari Nugroho Akimas (GSKI El Davar Banjarmasin), Pdt. Indrawan Effendy, S.S., B. Th. (GSKI Nafiri Banjarbaru), dan tentunya juga bersama dengan rekan hamba-hamba Tuhan lainnya yang ada di Kalimantan Selatan.

Selain untuk memperingati hari raya Paskah, ibadah ini diselenggarakan secara bersama untuk mempererat persekutuan sesama orang percaya di Kalimantan Selatan. Apa yang diharapkan adalah tumbuhnya rasa kebersamaan orang percaya di Kalimantan Selatan; GSKI hadir di Kalimantan Selatan membawa semangat kebersamaan untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan Kristus bagi dunia ini.

Satu hari setelah perayaan Paskah Bersama itu, yaitu tanggal 1 Mei 2019, diadakan House of TruthSeminar dengan tema “Biblical Financial Freedom”. Pdt. Timotius Tan, M. Th., menjadi pembicara dalam seminar kali ini. House of Truth Seminar itu sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2017. Di provinsi Kalimantan Selatan terdapat enam House of Truth (HOT), tiga di Banjarmasin dan tiga di Banjarbaru. Keberadaan HOT di Kalimantan Selatan merupakan perwujudan dari semangat untuk melaksanakan amanat Tuhan Yesus untuk memuridkan orang lain (Mat. 28:19-20). Gereja hadir di dunia ini bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk keselamatan dunia ini, gereja hadir untuk meyediakan sarana dan pra-sarana agar orang-orang dapat belajar firman kebenaran, yaitu Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.