Warning: Use of undefined constant REQUEST_URI - assumed 'REQUEST_URI' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /srv/users/demoacc/apps/magz-sinode-gski/public/wp-content/themes/salient/functions.php on line 73
Perubahan – Magazine Sinode GSKI

“Perubahan itu akan membuat orang percaya mengalami pertumbuhan, yaitu kedewasaan rohani. Hanya dengan pertumbuhan dan kedewasaan rohani maka seorang percaya dapat memperoleh tempat di Kerajaan Allah.”

Pdt. Dr. Erastus SabdonoKetua Umum Sinode GSKI

Perubahan adalah salah satu prinsip penting dalam Kekristenan. Prinsip ini harus ada dalam nafas seorang Kristen, merupakan hukum. Perubahan dapat terjadi dalam dua arah, yaitu perubahan ke arah positif dan ke arah negatif. Sudah tentu yang dimaksud sebagai perubahan dalam nafas seorang Kristen adalah suatu perubahan ke arah positif, perubahan kepada kebaikan, suatu perubahan ke arah kesempurnaan. Suatu organisme selalu berubah. Tanpa suatu perubahan berarti organisme tersebut adalah suatu organisme mati. Batu tidak akan pernah berubah karena batu adalah suatu benda mati, tetapi tumbuhan di lain sisi akan selalu berubah dengan mengalami pertumbuhan, karena tumbuhan adalah orgnanisme yang hidup.

Orang percaya adalah organisme yang hidup karena Tuhan memberikan benih kehidupan di dalam diri orang percaya tersebut. Sebagai suatu organisme, maka benih yang ditaruh Tuhan itu harus mengalami proses perubahan. Hari demi hari, dalam pengiringan dan pembentukan melalui Firman Tuhan, orang percaya dituntut untuk terus mengalami perubahan. Perubahan itu akan membuat orang percaya mengalami pertumbuhan, yaitu kedewasaan rohani. Hanya dengan pertumbuhan dan kedewasaan rohani maka seorang percaya dapat memperoleh tempat di Kerajaan Allah. Prinsip ini harus dipahami dengan baik oleh setiap orang percaya, karena prinsip ini adalah salah satu prinsip utama.

Namun demikian banyak orang Kristen tidak menyadari prinsip ini.  Dengan satu dan lain dalih banyak orang Kristen menganggap bahwa hanya dengan mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka secara otomatis nama mereka tertulis dalam Kitab Kehidupan. Dalam kerangka berpikir yang demikian maka kemudian banyak orang Kristen yang percaya bahwa keselamatan dan menjadi anggota dalam Kerajaan Allah adalah suatu hal yang otomatis didapat. Pada gilirannya pengertian yang dangkal seperti ini membuat Kekristenan mereka menjadi statis, tidak ada perubahan.

Dengan demikian sungguh adalah tragis dan menyedihkan apabila ada orang yang dapat menganggap bahwa Kekristenan adalah suatu hal yang statis, iman yang statis. Lebih ekstrem dan tragis lagi apabila kemudian ada beberapa orang Kristen yang menganggap bahwa Kekristenan adalah statis. Kekristenan, seperti halnya orang percaya, bukanlah sesuatu yang statis, ia adalah sesuatu yang dinamis. Menjadi dewasa secara rohani, dicatat namanya dalam buku kehidupan adalah sesuatu yang harus diupayakan.

Keselamatan dalam Yesus Kristus menuntut seorang percaya untuk bergerak dinamis dalam pengenalan, perkembangan iman dan pada akhirnya kedewasaan rohani yang terus menerus berkembang. Sama sekali tidak statis, apalagi otomatis. Keselamatan bukanlah sesuatu yang gampang. Celaka apabila orang menganggap ia selamat hanya karena merasa sudah bertobat. Saya tidak bermaksud untuk mempersulit keselamatan Saudara, saya juga tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa keselamatan itu gampang, pun saya tidak bermaksud untuk mengada-ada. Saya hanya sekadar menunjukkan harga yang sesungguhnya, harga murni, harga original dari keselamatan tersebut. Adalah suatu fakta yang tidak terbantahkan bahwa benar keselamatan dikerjakan oleh Tuhan Yesus di kayu salib, kita menerimanya dengan cuma-cuma. Namun demikian permasalahannya terletak pada bagaimana kita menerima keselamatan tersebut.

Ironi, banyak orang dengan tekun terus mengamati jumlah tabungannya. Dari hari ke hari, dari saat ke saat, mereka dengan tekun menabung sehingga tabungannya menjadi banyak dan semakin banyak. Demi uang yang akan musnah selama-lamanya, demi uang yang tidak dapat menyelamatkan, mereka berusaha keras untuk mendapatkannya. Tapi tidak banyak orang yang dengan tekun melakukan perkara-perkara rohani. Berubah dari hari ke hari dalam Firman Tuhan adalah perkara rohani, kita harus terus menerus berubah. Kalau kemarin nilai rohani kita 5, upayakan supaya segera kita mendapatkan nilai 5,5. Lalu upayakan terus supaya nilainya meningkat lagi menjadi 6, terus berubah, kejar terus nilai rohani sebaik-baiknya. Peningkatan nilai ini adalah proses dan proses ini tidak boleh berhenti.

Banyak orang Kristen tidak peduli untuk berubah. Banyak orang Kristen yang percaya bahwa selama mereka pergi ke gereja, mempertahankan kesetiaannya sebagai orang beragama, membayar kolekte, memberikan uang untuk gereja, maka semuanya pasti aman. Dengan melakukan semua itu tempat mereka di surga pasti sudah disediakan. Tapi di sisi lain mereka tidak mengenal kebenaran, tidak merasa perlu untuk berubah, tidak bertumbuh. Kelompok yang seperti ini adalah kelompok terbesar dalam gereja. Mereka merasa yakin bahwa perbuatan baik mereka dilihat oleh Tuhan. Memang perbuatan mereka dilihat oleh Tuhan, tapi belum tentu perbuatan baik mereka itu memiliki nilai yang baik bagi Tuhan. Jadi, yang diperlukan adalah perubahan dan perubahan yang dimaksud bukan sekadar jadi orang baik, jadi suami yang baik, jadi istri yang baik, jadi pengusaha yang baik, tentu bukan hanya itu. Perubahan yang Tuhan kehendaki itu adalah perubahan yang punya nilai kekal, nilai abadi. Yaitu bagaimana seseorang mengenakan watak, karakter Allah, watak karakter Kristus.

Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk melakukan pemeriksaan terhadap diri kita sendiri. Mari kita melihat seberapa sebenarnya kita telah megalami perubahan, coba kita periksa, coba kita lihat. Bertahun-tahun ke gereja tapi tidak mengalami pertumbuhan. Bagaikan tumbuhan, ternyata dia adalah tumbuhan plastik, pohon plastik. Memang pohon plastik sangat mirip dengan aslinya. Luar biasa mirip dengan aslinya. Tapi seberapa pun mirip dengan aslinya, pohon itu tetap pohon plastik yang tidak bertumbuh, mati. Saudara adalah organisme hidup dengan kehidupan yang berasal dari Tuhan. Apakah Saudara telah bertumbuh seperti seharusnya Saudara bertumbuh? Coba saudara periksa kehidupan saudara 10 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu, bulan lalu, minggu lalu. Bandingkan dengan kehidupan Saudara sekarang.  Apakah sudah ada perubahan seperti yang Tuhan kehendaki?

Sola Gratia

Pdt. Dr. Erastus Sabdono